- Advertisment -

Objek Wisata Batal Buka Awal Juni

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Pemkab Magelang masih menutup destinasi wisata yang dikelolanya. Pasalnya, hingga saat ini belum ada petunjuk dari pemerintah pusat tentang kepariwisataan. Total ada 13 tempat wisata milik Pemkab yang masih ditutup.

“Saat ini Pemkab Magelang belum memutuskan kapan daya tarik wisata yang ada di Kabupaten Magelang akan dibuka,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso, Minggu (31/5/2020).

Iwan menegaskan, seluruh pengelola tempat wisata diminta untuk tetap bersabar dan tetap memberlakukan penutupan sementara tempat wisata. “Menyongsong era new normal, pengelola daya tarik wisata dan usaha pariwisata lainnya harus mempersiapkan SDM, sarana dan prasarana serta SOP yang sesuai dengan protokol kesehatan, kebersihan, keamanan serta keselamatan,” bebernya.

Kepala Bagian Pemasaran dan Promosi Objek Wisata Ketep Pass Kabupaten Magelang Edwar Alfian membenarkan bahwa pihaknya belum akan membuka kunjungan wisata. “Sepertinya mundur, ndak jadi awal Juni. Yang jelas Ketep Pass menunggu kebijakan pemerintah,” katanya.

Edward menyebutkan, meski belum tahu akan dibuka kapan, pihaknya saat ini telah mengkaji dan mensimulasikan penerimaan kunjungan sesuai protokol kesehatan.“Kita sedang mempersiapkan desainnya dengan mengkaji protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan, pengaturan pintu masuk dan keluar serta flow atau arus wisatawan akan kita buat one way. Semua merujuk pada protokol kesehatan, masker, cuci tangan, dan physical distancing,” jelasnya.

Sementara itu, Balai Konservasi Borobudur (BKB) kembali memperpanjang pembatasan kunjungan sementara di Candi Borobudur. Perpanjangan ini berlangsung hingga 4 Juni 2020. “Yang kita kelola di zona 1 diperpanjang sampai dengan tanggal 4 Juni, ini sesuai arahan Dirjen. Setelah tanggal 4 Juni, kita belum tahu. Kalau nanti arahan Dirjen disesuaikan daerah atau disesuaikan dengan pusat, ya nanti kita menyesuaikan,” kata Kepala BKB Tri Hartono, Minggu (31/5).

Tri mengungkapkan, BKB telah melakukan pembatasan pengunjung di zona 1 di Candi Borobudur sejak Maret. Meski dilakukan pembatasan, pihaknya tetap melakukan pembersihan bebatuan candi dari lumut, jamur dan lainnya. “Pembersihan lumut, gangga dan jamur dilakukan secara manual. Kemudian, kalau yang sulit dilakukan penyemprotan air dengan tekanan tinggi,” jelasnya. (had/ton/bas)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Albar Minta Restu Kiai NU

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Wonosobo silaturrahmi dengan jajaran PCNU di kantor kawasan...

Cegah Korona Giatkan Jalan Sehat

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Komunitas Among Rogo Among Roso (ARAR) Kabupaten Temanggung menggiatkan olah raga jalan sehat Kamis (15/10/2020). Harapannya...

500 Rumah Warga Miskin Diplester

TEMANGGUNG, RadarKedu.Id – Sebanyak 500 rumah warga miskin mendapatkan bantuan plesterisasi Rabu (14/10/2020). Bantuan berasal dari Badan Amal Zakat...

FKPPI Karya Bakti Dukung TMMD

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Untuk mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Jlegong, Kecamatan Bejen Minggu (11/10/2020),  Keluarga...
- Advertisement -

Kholiq Idris : UU Cipta Kerja Marginalkan Kaum Buruh dan Pekerja

WONOSOBO, Radarkedu.id – Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) terus mendapatkan penolakan dari berbagai pihak. Bahkan para wakil rakyat pun...

KJB Buka Lapak Sayur dan Sembako Gratis

MUNGKID, Radarkedu.Id - Komunitas Jumat Berkah (KJB) membuka lapak sayur dan sembako gratis di Desa Menoreh, Kecamatan Salaman dan...

Must read

Albar Minta Restu Kiai NU

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa...

Cegah Korona Giatkan Jalan Sehat

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Komunitas Among Rogo Among Roso (ARAR)...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you