25 C
Semarang
Rabu, 27 Januari 2021

Objek Wisata Batal Buka Awal Juni

Menarik

Santri Khatam 30 Juz Terima Beasiswa Baznas

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten  Temanggung Selasa  (26/ 1/2021) menyerahkan beasiswa tahfidz Alquran kepada 13...

Komunikasi Senjata Utama TNI di Masa Pandemi Covid-19

MAGELANG, Radar Kedu – Kodim 0705/Magelang menggelar sharing komunikasi dan motivasi bersama DR. Aqua Dwipayana di Gedung Prajurit, Rabu (20/1/2021). Sharing...

Belasan Perangkat Desa Dibekali Wawasan Kebangsaan

MAGELANG, Radarkedu.Id –Sebanyak 16 perangkat desa yang lolos seleksi dari 10 desa menerima pembekalan wawasan kebangsaan dari Danramil 22/Tempuran Kodim...

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Pemkab Magelang masih menutup destinasi wisata yang dikelolanya. Pasalnya, hingga saat ini belum ada petunjuk dari pemerintah pusat tentang kepariwisataan. Total ada 13 tempat wisata milik Pemkab yang masih ditutup.

“Saat ini Pemkab Magelang belum memutuskan kapan daya tarik wisata yang ada di Kabupaten Magelang akan dibuka,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso, Minggu (31/5/2020).

Iwan menegaskan, seluruh pengelola tempat wisata diminta untuk tetap bersabar dan tetap memberlakukan penutupan sementara tempat wisata. “Menyongsong era new normal, pengelola daya tarik wisata dan usaha pariwisata lainnya harus mempersiapkan SDM, sarana dan prasarana serta SOP yang sesuai dengan protokol kesehatan, kebersihan, keamanan serta keselamatan,” bebernya.

Kepala Bagian Pemasaran dan Promosi Objek Wisata Ketep Pass Kabupaten Magelang Edwar Alfian membenarkan bahwa pihaknya belum akan membuka kunjungan wisata. “Sepertinya mundur, ndak jadi awal Juni. Yang jelas Ketep Pass menunggu kebijakan pemerintah,” katanya.

Edward menyebutkan, meski belum tahu akan dibuka kapan, pihaknya saat ini telah mengkaji dan mensimulasikan penerimaan kunjungan sesuai protokol kesehatan.“Kita sedang mempersiapkan desainnya dengan mengkaji protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan, pengaturan pintu masuk dan keluar serta flow atau arus wisatawan akan kita buat one way. Semua merujuk pada protokol kesehatan, masker, cuci tangan, dan physical distancing,” jelasnya.

Sementara itu, Balai Konservasi Borobudur (BKB) kembali memperpanjang pembatasan kunjungan sementara di Candi Borobudur. Perpanjangan ini berlangsung hingga 4 Juni 2020. “Yang kita kelola di zona 1 diperpanjang sampai dengan tanggal 4 Juni, ini sesuai arahan Dirjen. Setelah tanggal 4 Juni, kita belum tahu. Kalau nanti arahan Dirjen disesuaikan daerah atau disesuaikan dengan pusat, ya nanti kita menyesuaikan,” kata Kepala BKB Tri Hartono, Minggu (31/5).

Tri mengungkapkan, BKB telah melakukan pembatasan pengunjung di zona 1 di Candi Borobudur sejak Maret. Meski dilakukan pembatasan, pihaknya tetap melakukan pembersihan bebatuan candi dari lumut, jamur dan lainnya. “Pembersihan lumut, gangga dan jamur dilakukan secara manual. Kemudian, kalau yang sulit dilakukan penyemprotan air dengan tekanan tinggi,” jelasnya. (had/ton/bas)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Santri Khatam 30 Juz Terima Beasiswa Baznas

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten  Temanggung Selasa  (26/ 1/2021) menyerahkan beasiswa tahfidz Alquran kepada 13...

More Articles Like This