25.4 C
Semarang
Kamis, 4 Maret 2021

Terdampak Korona, Anggaran Renovasi Pasar Pingit Berkurang

Menarik

Hilangkan Jejak, Buang Sabu-Sabu di Apotek

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id- Saeful Mahmud, 38 warga Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang kembali mendekam di sel tahanan. Sopir truk...

Mendadak, Anggota Polres Magelang Kota Dites Urine

MAGELANG, Radarkedu.Id– Sebanyak 60 anggota Polres Magelang Kota menjalani tes urine. Itu dilakukan sebagai antisipasi penyalahgunaan narkoba di kalangan aparat...

Korban Hanyut Belum Ditemukan, Tim Hentikan Pencarian

WONOSOBO, RadarKedu.Id - Penambang pasir yang hanyut di Sungai Galuh, Desa Maduretno, Kecamatan Kalikajar belum ditemukan hingga Selasa (23/2/2021)....

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Pasar Pingit bakal direnovasi tahun ini. Pasar yang terletak di Desa Pingit Kecamatan Pringsurat tersebut akan dibangun menggunakan APBN sebesar Rp 4 miliar.

Bupati Temanggung M Al Khadziq menyampaikan, anggaran untuk pembangunan Pasar Pingit sejatinya sekitar Rp 7 miliar. “Namun karena ada Covid-19 akhirnya dipotong menjadi Rp 4 miliar,” terangnya.

Anggaran pembangunan pasar pingit tersebut berasal dari Dana Alokasi Kusus (DAK). Maka Pemkab harus menyiapkan anggaran khusus untuk fasilitas para pedagang. “Keputusan soal DAK ini muncul setelah kita APBD sehingga belum ada dana fasilitasnya dari kita. Maka dari itu kita saat ini tengah mengajukan dana fasilitasi dan relokasi untuk para pedagang,” jelasnya.

Khadziq juga menyampaikan, untuk fasilitas pembangunan Pasar Pingit tersebut pihaknya tengah mengajukan anggaran sebesar Rp 1,6 miliar. “Rencananya akan dibangun mulai bulan Juli dan menurut teknisnya di Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan UMKM akan jadi dalam waktu enam bulan,” bebernya.

Sementara itu, Marwiah, 53, salah satu pedagang pasar Pingit mengaku sangat bersyukur atas rencana pemerintah yang akan membangun pasar yang bertahun-tahun belum pernah dibangun ulang itu. “Mudah-mudahan jadi lebih baik,” haranya.

Pedagang yang mengaku sudah sejak muda berjualan di pasar yang hanya buka waktu pasaran Wage dan Pahing itu mengatakan, kondisi pasar memang sangat memprihatinkan. “Setiap hujan pasti airnya lambah-lambah (menggenang, red) karena atapnya banyak yang bocor,” bebernya.

Maka dari itu ia sangat bersyukur jika pasar yang tidak jauh dari balai Desa Pingit tersebut dibangun lebih megah. (tbh/ton/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Hilangkan Jejak, Buang Sabu-Sabu di Apotek

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id- Saeful Mahmud, 38 warga Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang kembali mendekam di sel tahanan. Sopir truk...

More Articles Like This