- Advertisment -

Pembunuhan Ibu dan Anak Telah Direncanakan, Tersangka Peragakan 27 Adegan

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Jajaran Satreskrim Polres Temanggung melakukan rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan terhadap NMA, 5 warga Desa Tleter, Kecamatan Kaloran Selasa (2/6/2020).

Dari hasil rekonstruksi tersebut semakin menguatkan jika pembunuhan dilakukan secara berencana.“Hasil rekonstruksi semakin menguatkan jika pembunuhan memang dilakukan secara berencana,” ungkap Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali melalui Kasatreskrim AKP M Alfan Armin.

Proses rekonstruksi dilakukan dengan 27 adegan yang melibatkan tersangka Supriyadi, 38, tiga orang saksi dan peran pengganti korban. Alfan juga menjelaskan rekontruksi dilaksanakan di kantor Mapolres Temanggung guna mencegah kerumunan warga serta untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Polres Temanggung.

“Meski dilaksanakan di Mapolres Temanggung suasana dan lokasinya juga telah dipilih dan diseting sesuai kondisi saat tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban,” bebernya.

Proses rekonstruksi juga disaksikan langsung oleh jaksa penuntut umum dan kuasa hukum. Dalam rekontruksi juga menghadirkan saksi yang mendengar dan melihat di Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Tersangka akan dijerat pasal 340 KUHP dan atau pasal 338 KUHP dan atau pasal 355 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 25 tahun,” tandasnya.

Sementara itu salah satu saksi, Rahman Bejo, 56, menuturkan saat kejadian pada Rabu (13/5/2020) pagi, dia mendengar teriakan dari dalam rumah korban. Mendengar teriakan tersebut dirinya langsung mendatangi rumah korban. “Kira-kira pukul 05.30, saat itu saya mendengar teriakan minta tolong ibu korban,” terangnya.

Saat masuki rumah korban dirinya sangat kaget, melihat kondisi korban NMA, 5, dan ibunya Ernawati berlumuran  darah. Menurutnya, beberapa tahun sebelumnya antara korban Ernawati dengan tersangka Supriyadi, 38, sudah pernah bermasalah hingga berujung ke kantor polisi. Namun saat itu masih bisa didamaikan dengan baik.  “Masalahnya memang cinta segitiga itu,” ungkapnya. (tbh/lis/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Albar Minta Restu Kiai NU

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Wonosobo silaturrahmi dengan jajaran PCNU di kantor kawasan...

Cegah Korona Giatkan Jalan Sehat

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Komunitas Among Rogo Among Roso (ARAR) Kabupaten Temanggung menggiatkan olah raga jalan sehat Kamis (15/10/2020). Harapannya...

500 Rumah Warga Miskin Diplester

TEMANGGUNG, RadarKedu.Id – Sebanyak 500 rumah warga miskin mendapatkan bantuan plesterisasi Rabu (14/10/2020). Bantuan berasal dari Badan Amal Zakat...

FKPPI Karya Bakti Dukung TMMD

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Untuk mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Jlegong, Kecamatan Bejen Minggu (11/10/2020),  Keluarga...
- Advertisement -

Kholiq Idris : UU Cipta Kerja Marginalkan Kaum Buruh dan Pekerja

WONOSOBO, Radarkedu.id – Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) terus mendapatkan penolakan dari berbagai pihak. Bahkan para wakil rakyat pun...

KJB Buka Lapak Sayur dan Sembako Gratis

MUNGKID, Radarkedu.Id - Komunitas Jumat Berkah (KJB) membuka lapak sayur dan sembako gratis di Desa Menoreh, Kecamatan Salaman dan...

Must read

Albar Minta Restu Kiai NU

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa...

Cegah Korona Giatkan Jalan Sehat

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Komunitas Among Rogo Among Roso (ARAR)...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you