27 C
Semarang
Sabtu, 16 Januari 2021

Bakar Anak karena Kesal

Menarik

Sektor Pertanian Perkuat Industri Hulu

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Tim Kaukus Lingkungan Kabupaten Wonosobo mewacanakan konsep pemberdayaan ekonomi bagi kelompok tani di Desa Sigedang, Kecamatan...

PMI Kota Magelang Persiapkan Donor Plasma Konvalesen

MAGELANG, Radarkedu.Id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Magelang mulai mempersiapkan dan mengkaji donor plasma darah konvalesen. Kabid Pelayanan Darah...

Harga Kedelai Tinggi, Perajin Tahu Tempe Hanya Bisa Bertahan

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Melonjaknya harga bahan baku kedelai sangat berimbas pada sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). Utamanya bagi...

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Kasus pembakaran anak yang terjadi di Dusun Tempuran Desa Losari Kecamatan Tlogomulyo didasari kejengkelan terhadap korban. AF, 35 yang merupakan ayah kandung korban ALF, 12 tersebut merasa jengkel kepada sang anak yang tidak bisa dinasehati oleh orangtuanya.

Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali menyampaikan bahwa kejadian pembakaran tersebut bermula saat korban hendak pergi keluar rumah untuk bermain. “Korban ini hari sebelumnya selama dua hari tidak pulang sehingga saat mau pergi bermain lagi sang ibu melarangnya lantaran kondisi pandemi Covid-19,” terangnya.

Namun demikian, lanjutnya nasehat tersebut tidak di indahkan oleh korban dan korban justru selalu menjawab saat dinasehati. “Melihat sikap anaknya tersebut, maka tersangka jengkel dan menyedot bensin dari dalam tengki sepeda motor dan disiramkan ke sekujur tubuh korban,” terangnya.

Tersangka pun berusaha menakut-nakuti korban dengan ancaman akan membakar korban yang tidak bisa dinasehati dengan menyalakan korek ditangannya. “Tak obong kowe, tak obong kowe, nek dikandani mak e ojo ngeyel wae,” tuturnya menirukan dialog tersangka dengan korban.

Alih-alih mengancam tiba-tiba api dari korek api yang ada ditangan tersangka tersebut menjalar dan membakar tubuh korban. “Tersangka pun berusaha menolong korban dengan mengambil air dan tumpah. Kemudian ia membopong korban untuk dipadamkan apinya hingga tersangka juga mengalami luka bakar,” tuturnya.

Akhirnya korban dan tersangka dilarikan ke RSUD Temanggung untuk mendapatkan pertolongan. Namun korban tidak dapat tertolong saat hendak dirujuk ke RSU Sarjito lantaran mengalami luka bakar hapir 90 persen seluruh tubuhnya.

Ditambahkan juga oleh Kasat Reskrim AKP M Alfan Armin akibat perbuatannya tersebut tersangka akan dijerat dengan pasal 44 ayat 3 UU no 23 tahun 2004 tentang KDRT dan pasal 76 c Jo pasal 80 ayat 3 UU no 35 tahun 2014  tentang perlindungan anak atau pasal 187 ayat 3 KUHP. “Ancaman hukuman 15 tahun penjara,” terangnya.

Alfan juga menyampaikan jika korba sebelumnya juga sempat menghilangkan HP milik ayahnya. Saat ditanya apakah ada gangguan jiwa pada tersangka, Alfan mengaku jika korban tidak memiliki riwayat tersebut.”Menurut keterangan saksi dari keluarga, teman tersangka dan tetangganya ia tidak ada indikasi gangguan jiwa,” ucapnya. (tbh/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Sektor Pertanian Perkuat Industri Hulu

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Tim Kaukus Lingkungan Kabupaten Wonosobo mewacanakan konsep pemberdayaan ekonomi bagi kelompok tani di Desa Sigedang, Kecamatan...

More Articles Like This

- Advertisement -