- Advertisment -

Bakar Anak karena Kesal

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Kasus pembakaran anak yang terjadi di Dusun Tempuran Desa Losari Kecamatan Tlogomulyo didasari kejengkelan terhadap korban. AF, 35 yang merupakan ayah kandung korban ALF, 12 tersebut merasa jengkel kepada sang anak yang tidak bisa dinasehati oleh orangtuanya.

Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali menyampaikan bahwa kejadian pembakaran tersebut bermula saat korban hendak pergi keluar rumah untuk bermain. “Korban ini hari sebelumnya selama dua hari tidak pulang sehingga saat mau pergi bermain lagi sang ibu melarangnya lantaran kondisi pandemi Covid-19,” terangnya.

Namun demikian, lanjutnya nasehat tersebut tidak di indahkan oleh korban dan korban justru selalu menjawab saat dinasehati. “Melihat sikap anaknya tersebut, maka tersangka jengkel dan menyedot bensin dari dalam tengki sepeda motor dan disiramkan ke sekujur tubuh korban,” terangnya.

Tersangka pun berusaha menakut-nakuti korban dengan ancaman akan membakar korban yang tidak bisa dinasehati dengan menyalakan korek ditangannya. “Tak obong kowe, tak obong kowe, nek dikandani mak e ojo ngeyel wae,” tuturnya menirukan dialog tersangka dengan korban.

Alih-alih mengancam tiba-tiba api dari korek api yang ada ditangan tersangka tersebut menjalar dan membakar tubuh korban. “Tersangka pun berusaha menolong korban dengan mengambil air dan tumpah. Kemudian ia membopong korban untuk dipadamkan apinya hingga tersangka juga mengalami luka bakar,” tuturnya.

Akhirnya korban dan tersangka dilarikan ke RSUD Temanggung untuk mendapatkan pertolongan. Namun korban tidak dapat tertolong saat hendak dirujuk ke RSU Sarjito lantaran mengalami luka bakar hapir 90 persen seluruh tubuhnya.

Ditambahkan juga oleh Kasat Reskrim AKP M Alfan Armin akibat perbuatannya tersebut tersangka akan dijerat dengan pasal 44 ayat 3 UU no 23 tahun 2004 tentang KDRT dan pasal 76 c Jo pasal 80 ayat 3 UU no 35 tahun 2014  tentang perlindungan anak atau pasal 187 ayat 3 KUHP. “Ancaman hukuman 15 tahun penjara,” terangnya.

Alfan juga menyampaikan jika korba sebelumnya juga sempat menghilangkan HP milik ayahnya. Saat ditanya apakah ada gangguan jiwa pada tersangka, Alfan mengaku jika korban tidak memiliki riwayat tersebut.”Menurut keterangan saksi dari keluarga, teman tersangka dan tetangganya ia tidak ada indikasi gangguan jiwa,” ucapnya. (tbh/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Muhammadiyah Salurkan APD dan Alkes ke 7 Provinsi

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyalurkan bantuan alat pelindung diri (APD) dan alat kesehatan (alkes) ke 30 RS...

Albar Minta Restu Kiai NU

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Wonosobo silaturrahmi dengan jajaran PCNU di kantor kawasan...

Cegah Korona Giatkan Jalan Sehat

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Komunitas Among Rogo Among Roso (ARAR) Kabupaten Temanggung menggiatkan olah raga jalan sehat Kamis (15/10/2020). Harapannya...

500 Rumah Warga Miskin Diplester

TEMANGGUNG, RadarKedu.Id – Sebanyak 500 rumah warga miskin mendapatkan bantuan plesterisasi Rabu (14/10/2020). Bantuan berasal dari Badan Amal Zakat...
- Advertisement -

FKPPI Karya Bakti Dukung TMMD

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Untuk mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Jlegong, Kecamatan Bejen Minggu (11/10/2020),  Keluarga...

Kholiq Idris : UU Cipta Kerja Marginalkan Kaum Buruh dan Pekerja

WONOSOBO, Radarkedu.id – Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) terus mendapatkan penolakan dari berbagai pihak. Bahkan para wakil rakyat pun...

Must read

Muhammadiyah Salurkan APD dan Alkes ke 7 Provinsi

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyalurkan bantuan alat...

Albar Minta Restu Kiai NU

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you