- Advertisment -

Nikah Hanya Boleh Dihadiri Lima Orang

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Sejak masuk zona hijau Covid-19, Kabupaten Wonosobo saat ini mulai melonggarkan sejumlah aturan. Termasuk diperbolehkannya menggelar acara pernikahan. Hanya saja, sejumlah aturan baru juga telah ditetapkan.

“Pelonggaran di masa transisi ini untuk acara pernikahan memang sudah diperbolehkan. Dengan syarat pesta atau resepsi pernikahan harus menerapkan protokol kesehatan ketat. Maksimal tamu undangan hanya 20 persen dari kapasitas ruangan, atau tidak boleh melebihi 30 orang,” terang Kepala KUA Kecamatan Sukoharjo Slamet Riyadi.

Menurutnya dalam masa new normal ini akad nikah maksimal dihadiri oleh lima orang, yaitu dua mempelai, satu wali nikah dan dua saksi saja. Sementara itu untuk resepsi bisa dilakukan bersamaan dengan sejumlah aturan itu.

“Hal ini sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Sehingga kita bisa ikut mencegah terjadinya penyebaran virus,” katanya di depan puluhan kades, tokoh agama dan tokoh masyarakat hingga tokoh pemuda, beserta forum komunikasi pimpinan Kecamatan Sukoharjo itu.

Tak hanya itu, bagi mempelai yang hendak menggelar resepsi pernikahan, KUA juga mewajibkan agar protokol kesehatan tetap diterapkan secara ketat, seperti ketetuan terkait jarak antartamu (physical sistancing), penyediaan fasilitas cuci tangan, serta setiap hadirin harus mengenakan masker.

Camat Sukoharjo Dudi Wardoyo juga meminta agar masyarakat di wilayahnya mematuhi Surat Edaran Bupati tentang Penyelengaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah. “Siapapun yang hadir dalam kesempatan ini sengaja kami berikan materi terkait bagaimana era new normal agar nantinya bisa memberikan pemahaman kepada warga. Bahwa kelaziman baru ini bukan berarti membebaskan segala kegiatan sebagaimana sebelum adanya pandemi Covid-19,” jelasnya.

Kegiatan keagamaan di era normal baru, KUA dan puskesmas berperan dalam memberikan izin ditujukan agar seluruh warga menyadari bahwa potensi penularan virus korona masih bisa terjadi apabila masyarakat abai terhadap protokol kesehatan. (git/lis/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Muhammadiyah Salurkan APD dan Alkes ke 7 Provinsi

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyalurkan bantuan alat pelindung diri (APD) dan alat kesehatan (alkes) ke 30 RS...

Albar Minta Restu Kiai NU

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Wonosobo silaturrahmi dengan jajaran PCNU di kantor kawasan...

Cegah Korona Giatkan Jalan Sehat

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Komunitas Among Rogo Among Roso (ARAR) Kabupaten Temanggung menggiatkan olah raga jalan sehat Kamis (15/10/2020). Harapannya...

500 Rumah Warga Miskin Diplester

TEMANGGUNG, RadarKedu.Id – Sebanyak 500 rumah warga miskin mendapatkan bantuan plesterisasi Rabu (14/10/2020). Bantuan berasal dari Badan Amal Zakat...
- Advertisement -

FKPPI Karya Bakti Dukung TMMD

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Untuk mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Jlegong, Kecamatan Bejen Minggu (11/10/2020),  Keluarga...

Kholiq Idris : UU Cipta Kerja Marginalkan Kaum Buruh dan Pekerja

WONOSOBO, Radarkedu.id – Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) terus mendapatkan penolakan dari berbagai pihak. Bahkan para wakil rakyat pun...

Must read

Muhammadiyah Salurkan APD dan Alkes ke 7 Provinsi

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyalurkan bantuan alat...

Albar Minta Restu Kiai NU

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you