29 C
Semarang
Minggu, 17 Januari 2021

Antisipasi Bencana Merapi, Ganjar Minta Ada Simulasi

Menarik

Sektor Pertanian Perkuat Industri Hulu

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Tim Kaukus Lingkungan Kabupaten Wonosobo mewacanakan konsep pemberdayaan ekonomi bagi kelompok tani di Desa Sigedang, Kecamatan...

PMI Kota Magelang Persiapkan Donor Plasma Konvalesen

MAGELANG, Radarkedu.Id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Magelang mulai mempersiapkan dan mengkaji donor plasma darah konvalesen. Kabid Pelayanan Darah...

Harga Kedelai Tinggi, Perajin Tahu Tempe Hanya Bisa Bertahan

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Melonjaknya harga bahan baku kedelai sangat berimbas pada sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). Utamanya bagi...

MUNGKID, Radarkedu.Id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar daerah yang berada di kawasan rawan bencana Gunung Merapi agar melakukan simulasi terlebih dahulu. Simulasi ini diperlukan untuk menyiapkan skenario terbaik saat penanganan pengungsian jika terjadi bencana.

Ganjar langsung mengunjungi pos pantau Gunung Merapi di Babadan Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang Kamis (16/7/2020). Kunjungan tersebut untuk memastikan kondisi Gunung Merapi masih aman.

“Insyaalah masih aman, tapi statusnya tetap waspada. Kalau melihat pergerakannya sejak 22 Juni sampai sekarang hanya 14 cm. Dan itu kategori masih aman karena teman-teman pos pengamatan selalu aktif, termasuk yang di Babadan ini,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan antisipasi-antisipasi apabila Gunung Merapi meletus. Bahkan BPBD Jateng, kata Ganjar, sudah menyiapkan dengan baik.

Ganjar menegaskan, daerah yang berada di kawasan rawan bencana Gunung Merapi seperti Klaten, Boyolali dan Magelang, dapat melakukan simulasi terlebih dahulu. Sebab, menurutnya, jika terjadi bencana dan ada pengungsian, maka diperlukan latihan lebih dulu karena melihat pandemi Covid-19 yang masih ada.

“Semuanya kita minta untuk melakukan simulasi. Dari BPPTKG dan badan geologi semua memberikan informasi, kami ingin mengecek kesiapsiagaan karena terkait dengan seandainya harus ada pengungsian, karena sedang ada Covid-19, maka kita minta untuk latihan,” imbuhnya.

Ganjar mencontohkan, simulasi model seperti di Jepang bisa ditiru. Terdapat hall atau aula yang dibatasi menggunakan kardus-kardus yang ditempati per keluarga. Pihaknya, sudah meminta Boyolali dan Klaten untuk melakukan simulasi.

“Kemarin saya kasih contoh modelnya seperti ada di Jepang. Kalau ada hall, itu dibatasi pakai kardus. Per keluarga. Saya kemarin minta yang Boyolali sama Klaten, tolong simulasi. Saya sekarang ingin lihat di Kabupaten Magelang,” tuturnya.

Ganjar menilai, skema sister village atau desa bersaudara juga masih efektif digunakan. Namun, kata Ganjar, tetap perlu ada sosialisasi lagi kepada warga karena adanya Covid-19 membuat beberapa warga menjadi enggan. Edukasi pun dilakukan dengan pengetahuan dan pemahaman soal physical distancing dan protokol kesehatan.

“Sister village efektif. Karena cuma kemarin ada Covid, kejadian yang Boyolali, ada yang tidak mau sister village. Jadi perlu ada sosialisasi dari kita. Justru yang dikhawatirkan adalah reaksi dari Merapi, sehingga kita harus siaga. Sistem ini mereset semua. Dari dulu yang baik-baik, menjadi takut. Maka edukasinya terus kita jalankan,” ujarnya.

Petugas pos pantau Babadan Yulianto menjelaskan, dibandingkan dengan tahun 2006 saat Merapi erupsi, kondisi masih cukup aman. Sebab saat 2006 lalu, pembengkakan perut merapi mencapai 3 meter per hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Susanto menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah konsep evakuasi pengungsi di musim pandemi Covid-19. Salah satunya dengan menyiapkan alternatif tempat mengungsi.

“Ketika dulu menggunakan sistem sister village, maka di musim pandemi ini, ditambah dengan sistem famili. Pada kondisi normal, untuk sistem sister village dengan kapasitas 100 persen, maka di musim pandemi ini hanya digunakan 30 sampai 50 persen. Sedangkan sisanya yang 70 atau 50 persennya menggunakan sistem famili dan juga fasilitas publik seperti balai desa, gedung olahraga dan sebagainya, kecuali fasilitas pendidikan,” pungkasnya. (had/lis)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Sektor Pertanian Perkuat Industri Hulu

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Tim Kaukus Lingkungan Kabupaten Wonosobo mewacanakan konsep pemberdayaan ekonomi bagi kelompok tani di Desa Sigedang, Kecamatan...

More Articles Like This