25 C
Semarang
Rabu, 27 Januari 2021

Lakukan KDRT, Perwira Polisi Siap Dimejahijaukan

Menarik

Santri Khatam 30 Juz Terima Beasiswa Baznas

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten  Temanggung Selasa  (26/ 1/2021) menyerahkan beasiswa tahfidz Alquran kepada 13...

Komunikasi Senjata Utama TNI di Masa Pandemi Covid-19

MAGELANG, Radar Kedu – Kodim 0705/Magelang menggelar sharing komunikasi dan motivasi bersama DR. Aqua Dwipayana di Gedung Prajurit, Rabu (20/1/2021). Sharing...

Belasan Perangkat Desa Dibekali Wawasan Kebangsaan

MAGELANG, Radarkedu.Id –Sebanyak 16 perangkat desa yang lolos seleksi dari 10 desa menerima pembekalan wawasan kebangsaan dari Danramil 22/Tempuran Kodim...

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id– Seorang perwira polisi berinisial S, siap disidangkan atas tindak kriminal kasus kekerasan dalalam rumah tangga (KDRT). Pria yang kini masih aktif bertugas di Polres Temanggung itu tidak ditahan lantaran mendapatkan jaminan.

“Hari Rabu lalu kasusnya sudah dilimpahkan ke pengadilan. Minggu ini kemungkinan sudah mulai disidangkan,” ungkap Kasi Pidum Kejari Temanggung Bekti Wicaksono.

Namun demikian, tersangka tidak ditahan lantaran mendapatkan jaminan dari pihak kepolisian. “Tidak dilakukan penahanan karena dapat jaminan dari Kanit Propam. Selain itu ia juga masih aktif di Polres Temanggung sehingga ada keyakinan penuntut umum, terdakwa tidak akan melarikan diri. Tidak akan mengulangi perbuatannya, dan menghilangkan barang bukti,” jelasnya.

Disampaikan, penganiayaan yang dilakukan oleh oknum aparat penegak hukum tersebut bermula dari masalah keluarga yang berlarut-larut. “Ketika suatu pagi korban mau ngantor membawa mobil. Kemudian ia disalip oleh suaminya dan langsung dikejar sampai pom bensin Kowangan. Ternyata suaminya bersama teman perempuannya,” beber Bekti.

Saat berada di depan penjual bunga depan pom bensin mereka berhenti. Kemudian rebutan kunci mobil yang diambil sang istri dan disembunyikan di dalam mobilnya. “Di situlah terjadi kekerasan. Tersangka melukai istrinya di bagian dada dan tangan,” paparnya.

Mendapatkan kekerasan dari sang suami, korban berteriak dan tersangka melarikan diri membawa mobil yang menjadi rebutan. “Sesuai visum, didapatkan luka di tangan dan dadanya. Korban juga sempat dirawat di rumah sakit selama tiga hari,” terangnya.

Akibat perbuatannya, perwira polisi itupun akan dijerat dengan pasal 44 ayat 1 UU KDRT tentang perbuatan kekerasan fisik dalam rumah tangga. “Untuk ancaman hukuman lima tahun penjara atau denda paling banyak Rp 15 juta,”

Sementara itu Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali membenarkan jika ada anggotanya yang terlibat dalam kasus KDRT. “Yang bersangkutan juga telah dilakukan sidang internet,” bebernya.

Ali menegaskan kasus tersebut sudah dilimpahkah ke Kejari Temanggung untuk dilakukan proses lebih lanjut. “Masalah ditahan atau tidak itu sudah menjadi wewenang kejaksaan,” tegasnya. (tbh/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Santri Khatam 30 Juz Terima Beasiswa Baznas

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten  Temanggung Selasa  (26/ 1/2021) menyerahkan beasiswa tahfidz Alquran kepada 13...

More Articles Like This