- Advertisment -

Lakukan KDRT, Perwira Polisi Siap Dimejahijaukan

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id– Seorang perwira polisi berinisial S, siap disidangkan atas tindak kriminal kasus kekerasan dalalam rumah tangga (KDRT). Pria yang kini masih aktif bertugas di Polres Temanggung itu tidak ditahan lantaran mendapatkan jaminan.

“Hari Rabu lalu kasusnya sudah dilimpahkan ke pengadilan. Minggu ini kemungkinan sudah mulai disidangkan,” ungkap Kasi Pidum Kejari Temanggung Bekti Wicaksono.

Namun demikian, tersangka tidak ditahan lantaran mendapatkan jaminan dari pihak kepolisian. “Tidak dilakukan penahanan karena dapat jaminan dari Kanit Propam. Selain itu ia juga masih aktif di Polres Temanggung sehingga ada keyakinan penuntut umum, terdakwa tidak akan melarikan diri. Tidak akan mengulangi perbuatannya, dan menghilangkan barang bukti,” jelasnya.

Disampaikan, penganiayaan yang dilakukan oleh oknum aparat penegak hukum tersebut bermula dari masalah keluarga yang berlarut-larut. “Ketika suatu pagi korban mau ngantor membawa mobil. Kemudian ia disalip oleh suaminya dan langsung dikejar sampai pom bensin Kowangan. Ternyata suaminya bersama teman perempuannya,” beber Bekti.

Saat berada di depan penjual bunga depan pom bensin mereka berhenti. Kemudian rebutan kunci mobil yang diambil sang istri dan disembunyikan di dalam mobilnya. “Di situlah terjadi kekerasan. Tersangka melukai istrinya di bagian dada dan tangan,” paparnya.

Mendapatkan kekerasan dari sang suami, korban berteriak dan tersangka melarikan diri membawa mobil yang menjadi rebutan. “Sesuai visum, didapatkan luka di tangan dan dadanya. Korban juga sempat dirawat di rumah sakit selama tiga hari,” terangnya.

Akibat perbuatannya, perwira polisi itupun akan dijerat dengan pasal 44 ayat 1 UU KDRT tentang perbuatan kekerasan fisik dalam rumah tangga. “Untuk ancaman hukuman lima tahun penjara atau denda paling banyak Rp 15 juta,”

Sementara itu Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali membenarkan jika ada anggotanya yang terlibat dalam kasus KDRT. “Yang bersangkutan juga telah dilakukan sidang internet,” bebernya.

Ali menegaskan kasus tersebut sudah dilimpahkah ke Kejari Temanggung untuk dilakukan proses lebih lanjut. “Masalah ditahan atau tidak itu sudah menjadi wewenang kejaksaan,” tegasnya. (tbh/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Albar Minta Restu Kiai NU

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Wonosobo silaturrahmi dengan jajaran PCNU di kantor kawasan...

Cegah Korona Giatkan Jalan Sehat

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Komunitas Among Rogo Among Roso (ARAR) Kabupaten Temanggung menggiatkan olah raga jalan sehat Kamis (15/10/2020). Harapannya...

500 Rumah Warga Miskin Diplester

TEMANGGUNG, RadarKedu.Id – Sebanyak 500 rumah warga miskin mendapatkan bantuan plesterisasi Rabu (14/10/2020). Bantuan berasal dari Badan Amal Zakat...

FKPPI Karya Bakti Dukung TMMD

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Untuk mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Jlegong, Kecamatan Bejen Minggu (11/10/2020),  Keluarga...
- Advertisement -

Kholiq Idris : UU Cipta Kerja Marginalkan Kaum Buruh dan Pekerja

WONOSOBO, Radarkedu.id – Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) terus mendapatkan penolakan dari berbagai pihak. Bahkan para wakil rakyat pun...

KJB Buka Lapak Sayur dan Sembako Gratis

MUNGKID, Radarkedu.Id - Komunitas Jumat Berkah (KJB) membuka lapak sayur dan sembako gratis di Desa Menoreh, Kecamatan Salaman dan...

Must read

Albar Minta Restu Kiai NU

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa...

Cegah Korona Giatkan Jalan Sehat

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Komunitas Among Rogo Among Roso (ARAR)...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you