29 C
Semarang
Jumat, 22 Januari 2021

Musim Kemarau, Lahan Pertanian Rawan Serangan Hama

Menarik

Komunikasi Senjata Utama TNI di Masa Pandemi Covid-19

MAGELANG, Radar Kedu – Kodim 0705/Magelang menggelar sharing komunikasi dan motivasi bersama DR. Aqua Dwipayana di Gedung Prajurit, Rabu (20/1/2021). Sharing...

Belasan Perangkat Desa Dibekali Wawasan Kebangsaan

MAGELANG, Radarkedu.Id –Sebanyak 16 perangkat desa yang lolos seleksi dari 10 desa menerima pembekalan wawasan kebangsaan dari Danramil 22/Tempuran Kodim...

Naik Level, UMKM Kerja Sama dengan PMA-PMDM

MUNGKID, Radarkedu.Id -  Penandatanganan kerja sama kemitraan penyertaan modal asing (PMA) dan penyertaan modal dalam negeri (PMDM) dengan usaha mikro...

MUNGKID, Radarkedu.Id – Musim kemarau yang sudah berlangsung di Kabupaten Magelang, membuat lahan pertanian terancam kekeringan. Selain itu, terjadi peningkatan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) hama dan kerusakan tanaman akibat kekurangan air.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang Romza Ernawan Selasa (4/8/2020) mengatakan bahwa berdasar informasi dari BMKG, peralihan musim kemarau 2020 telah dimulai sejak Mei lalu. Diprediksi, kata Romza, musim kemarau akan mengalami puncaknya pada Agustus dan September 2020 mendatang.

Romza mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemetaan potensi, dan ancaman serta antisipasi dampak kekeringan terhadap sub-sektor hortikultura di Kabupaten Magelang. Menurut Romza, dampak kekeringan itu diantaranya terjadi peningkatan serangan OPT hama dan kerusakan tanaman akibat kekurangan air. Akibatnya, lahan pertanian rawan diserang hama.

“Kita mengidentifikasi wilayah-wilayah yang memiliki ketersediaan air cukup untuk percepatan masa tanam khususnya tanaman pangan,” katanya.

Pihaknya juga berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani dalam memahami informasi iklim diwilayahnya. Upaya antisipasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim, kata Romza, untuk meminimalkan dampak negatif terhadap sektor pertanian seperti risiko gagal panen. “Anomali iklim saat ini luar biasa, sehingga harus ada pembelajaran terhadap petani berkaitan dengan anomali iklim itu,” imbuhnya.

 

Romza menyebutkan, secara komulatif 70 persen luas lahan di Kabupaten Magelang digunakan di sektor pertanian. Namun untuk lahan sawah yang diolah petani, ada 27 ribu hektare dan ada lahan kering 39 ribu hektare. Sedangkan lahan pertanian yang ada, baru dikerjakan 57 persen saja.

Romza menuturkan pada musim kemarau pihaknya juga mendorong adaptasi kepada para petani, seperti pada lahan daerah yang masih ada ketersediaan air dialokasikan dengan tanaman padi. Sedangkan lahan lain seperti di Kecamatan Ngablak, Pakis dan Sawangan, menurutnya, tetap hortikultura dan sebagian tanaman tembakau. “Artinya masyarakat sudah faham betul apa yang akan ditanam sesuai musimnya,” pungkasnya (mg1/had/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Komunikasi Senjata Utama TNI di Masa Pandemi Covid-19

MAGELANG, Radar Kedu – Kodim 0705/Magelang menggelar sharing komunikasi dan motivasi bersama DR. Aqua Dwipayana di Gedung Prajurit, Rabu (20/1/2021). Sharing...

More Articles Like This