- Advertisment -

Musim Kemarau, Lahan Pertanian Rawan Serangan Hama

MUNGKID, Radarkedu.Id – Musim kemarau yang sudah berlangsung di Kabupaten Magelang, membuat lahan pertanian terancam kekeringan. Selain itu, terjadi peningkatan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) hama dan kerusakan tanaman akibat kekurangan air.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang Romza Ernawan Selasa (4/8/2020) mengatakan bahwa berdasar informasi dari BMKG, peralihan musim kemarau 2020 telah dimulai sejak Mei lalu. Diprediksi, kata Romza, musim kemarau akan mengalami puncaknya pada Agustus dan September 2020 mendatang.

Romza mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemetaan potensi, dan ancaman serta antisipasi dampak kekeringan terhadap sub-sektor hortikultura di Kabupaten Magelang. Menurut Romza, dampak kekeringan itu diantaranya terjadi peningkatan serangan OPT hama dan kerusakan tanaman akibat kekurangan air. Akibatnya, lahan pertanian rawan diserang hama.

“Kita mengidentifikasi wilayah-wilayah yang memiliki ketersediaan air cukup untuk percepatan masa tanam khususnya tanaman pangan,” katanya.

Pihaknya juga berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani dalam memahami informasi iklim diwilayahnya. Upaya antisipasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim, kata Romza, untuk meminimalkan dampak negatif terhadap sektor pertanian seperti risiko gagal panen. “Anomali iklim saat ini luar biasa, sehingga harus ada pembelajaran terhadap petani berkaitan dengan anomali iklim itu,” imbuhnya.

 

Romza menyebutkan, secara komulatif 70 persen luas lahan di Kabupaten Magelang digunakan di sektor pertanian. Namun untuk lahan sawah yang diolah petani, ada 27 ribu hektare dan ada lahan kering 39 ribu hektare. Sedangkan lahan pertanian yang ada, baru dikerjakan 57 persen saja.

Romza menuturkan pada musim kemarau pihaknya juga mendorong adaptasi kepada para petani, seperti pada lahan daerah yang masih ada ketersediaan air dialokasikan dengan tanaman padi. Sedangkan lahan lain seperti di Kecamatan Ngablak, Pakis dan Sawangan, menurutnya, tetap hortikultura dan sebagian tanaman tembakau. “Artinya masyarakat sudah faham betul apa yang akan ditanam sesuai musimnya,” pungkasnya (mg1/had/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Muhammadiyah Salurkan APD dan Alkes ke 7 Provinsi

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyalurkan bantuan alat pelindung diri (APD) dan alat kesehatan (alkes) ke 30 RS...

Albar Minta Restu Kiai NU

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Wonosobo silaturrahmi dengan jajaran PCNU di kantor kawasan...

Cegah Korona Giatkan Jalan Sehat

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Komunitas Among Rogo Among Roso (ARAR) Kabupaten Temanggung menggiatkan olah raga jalan sehat Kamis (15/10/2020). Harapannya...

500 Rumah Warga Miskin Diplester

TEMANGGUNG, RadarKedu.Id – Sebanyak 500 rumah warga miskin mendapatkan bantuan plesterisasi Rabu (14/10/2020). Bantuan berasal dari Badan Amal Zakat...
- Advertisement -

FKPPI Karya Bakti Dukung TMMD

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Untuk mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Jlegong, Kecamatan Bejen Minggu (11/10/2020),  Keluarga...

Kholiq Idris : UU Cipta Kerja Marginalkan Kaum Buruh dan Pekerja

WONOSOBO, Radarkedu.id – Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) terus mendapatkan penolakan dari berbagai pihak. Bahkan para wakil rakyat pun...

Must read

Muhammadiyah Salurkan APD dan Alkes ke 7 Provinsi

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyalurkan bantuan alat...

Albar Minta Restu Kiai NU

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you