27 C
Semarang
Rabu, 20 Januari 2021

115 Anak Gizi Buruk Dibantu Makanan Tambahan

Menarik

Belasan Perangkat Desa Dibekali Wawasan Kebangsaan

MAGELANG, Radarkedu.Id –Sebanyak 16 perangkat desa yang lolos seleksi dari 10 desa menerima pembekalan wawasan kebangsaan dari Danramil 22/Tempuran Kodim...

Naik Level, UMKM Kerja Sama dengan PMA-PMDM

MUNGKID, Radarkedu.Id -  Penandatanganan kerja sama kemitraan penyertaan modal asing (PMA) dan penyertaan modal dalam negeri (PMDM) dengan usaha mikro...

Korsleting Listrik, Satu Rumah Terbakar

MUNGKID, Radarkedu.Id- Rumah milik Jayin warga Dusun Batikan, Pabelan, Kabupaten Magelang ludes terbakar akibat korsleting listrik, Minggu (17/1). Semua perabotan rumah...

TEMANGGUNG-Radarkedu.Id – Anak-anak generasi penerus mendapat perhatian khusus dari Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Temanggung. Baznas membantu makanan tambahan kepada 115 balita gizi buruk   terdampak Covid-19 yang tersebar di 20 kecamatan.

Bantuan berupa paket susu kering yang diserahkan secara sombolis oleh Ketua Baznas H. Drs Djundardo kepada  Fitri , 33 (ibu dari Ayunda, 3)  warga Dusun Wonorejo Desa Kebonsari Kecamatan Wonoboyo Kamis (24/9/2020).

Ketua Baznas Djundardo  mengatakan acara  yang dikemas dalam program pentasarufan  pemberian makanan tambahan (PMT) ini menyasar 115 anak usia di bawah 5 tahun dari keluarga miskin yang mengalami gizi buruk terdampak Covid-19.

Bantuan makanan berupa paket susu kering senilai Rp 2,5 juta sehingga total dana yang ditasarufkan  Rp  294 juta. Satu paket berisi 3 boks susu yang cukup dikonsumsi selama 3 bulan. Dengan bantuan susu tersebut diharapkan bisa memperbaiki kebutuhan gizi penerima sehingga anak-anak dapat tumbuh kembang normal  sehat dan cerdas.

Bantuan PMT  tersebut awalnya merupakan program pengadaan jambanaisasi (WC) dalam membantu tugas pemerintah untuk mendukung terwujudnya rumah sehat  di Kabupaten Temanggung. Namun  karena ada yang lebih mendesak maka Dinas Kesehatan Kabupaten  Temanggung mengajukan perubahan kegiatan menjadi program PMT.

“Program ini sebenarnya untuk jambanisasi rumah warga miskin, namun karena Covid-19 tidak dapat dilaksanakan, akhirnya dialihkan untuk tasaruf pemberian makanan tambahan,”ujarnya.

Salah seorang penerima bantuan Fitri mengaku bekerja sebagai buruh serabutan.  Akibat Covid-19 perekonomian keluarga terguncang. Suaminya bekerja sebagai buruh bangunan ke luar daerah.

“Jangankan untuk membeli susu anak, untuk bisa makan sehari 3 kali saja susah. Dengan pemberian makanan tambahan susu kering ini dapat menolong anak saya Ayunda kecukupan gizinya ” tuturnya polos.

Kasie Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Titik Zuliyati menjelaskan berdasarkan pendataan jumlah anak balita   gizi buruk gizi  di Kabupaten Temanggung mencapai 115 anak tersebar merata di 20 kecamatan. Pemkab Temanggung berupaya memberikan bantuan makanan  di antaranya bekerja sama dengan Baznas. Diungkapkan akibat pandemi Covid-19 keberadaan posyandu juga tidak berfungsi sebagaimana mestinya sehingga kebutuhan gizi masyarakat kurang terpantau.

“Kita harapkan para kader posyandu aktif turun lapangan memantau kondisi gizi keluarga miskin apa sudah tercukupi atau belum. Jika belum hendaknya segera dilaporkan kepada pemerintah supaya segera tertangani, ” pintanya. (*/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Belasan Perangkat Desa Dibekali Wawasan Kebangsaan

MAGELANG, Radarkedu.Id –Sebanyak 16 perangkat desa yang lolos seleksi dari 10 desa menerima pembekalan wawasan kebangsaan dari Danramil 22/Tempuran Kodim...

More Articles Like This