- Advertisment -

Kholiq Idris : UU Cipta Kerja Marginalkan Kaum Buruh dan Pekerja

WONOSOBO, Radarkedu.id – Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) terus mendapatkan penolakan dari berbagai pihak. Bahkan para wakil rakyat pun ada yang tidak sepakat dengan undang-undang tersebut. Ketua Fraksi Demokrat Nasional DPRD Jawa Tengah Kholiq Idris mengatakan banyak masyarakat yang merasa terciderai dengan undang-undang tersebut.

“Persoalannya, pengesahan itu terkesan sangat tergesa-gesa tanpa melibatkan stake holder terkait untuk membahas UU ini secara mendalam,” terangnya.

Oleh karenanya Fraksi Demokrat Nasional DPRD Provinsi Jawa Tengah  mendukung penolakan terhadap UU Cipta kerja yang kontroversial tersebut. Menurutnya UU Ciptaker berpotensi merugikan kaum buruh dan pekerja (wong cilik) dengan lebih memperkuat dan menguntungkan kaum pemodal semata. Kaum buruh dan  pekerja berada pada posisi sangat lemah dengan  hanya dijadikan alat dan objek produksi semata.

“Sebagai  bukti marginalisasi sistematis terhadap kaum buruh dan pekerja adalah dimunculkannya pasal-pasal menguntungkan pengusaha. Misalnya saat melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan alasan yang  normatif dan subjektif seperti demi kepentingan efesiensi,” terangnya.

Ditambah dalam prosesi PHK bagi karyawan tersebut terjadi penghapusan uang penghargaan masa kerja,  menghapuskan uang pesangon karena PHK dengan peringatan, karena peleburan perusahaan. Pergantian status kepemilikan perusahaan, penghapusan pesangon kepada ahli waris/keluarga jika buruh/pekerja meninggal dunia. Menghapuskan pesangon kepada buruh/pekerja karena memasuki masa pensiun. “Dalam konteks inilah maka UU Ciptaker seakan memberi ruang sangat terbuka penindasan kepada para kaum buruh,” katanya.

Terlebih UU Ciptaker juga berpotensi membuka pintu sebebas-bebasnya bagi masuknya tenaga kerja asing (TKA)  karena tidak lagi mencantumkan ada syarat yang ketat harus memiliki kompetensi tertentu. Dikhawatirkan akan  terjadi gelombang besar masuknya TKA ke tanah air.

Karenanya,  Fraksi Partai Demokrat bisa memahami kekecewaan kaum buruh dan  pekerja dengan memilih berada berpihak bersama wong cilik dan di posisi menolak UU Ciptaker yang nyata-nyata makin merugikan dan melemahkan rakyat kecil. (git/lis)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Albar Minta Restu Kiai NU

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Wonosobo silaturrahmi dengan jajaran PCNU di kantor kawasan...

Cegah Korona Giatkan Jalan Sehat

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Komunitas Among Rogo Among Roso (ARAR) Kabupaten Temanggung menggiatkan olah raga jalan sehat Kamis (15/10/2020). Harapannya...

500 Rumah Warga Miskin Diplester

TEMANGGUNG, RadarKedu.Id – Sebanyak 500 rumah warga miskin mendapatkan bantuan plesterisasi Rabu (14/10/2020). Bantuan berasal dari Badan Amal Zakat...

FKPPI Karya Bakti Dukung TMMD

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Untuk mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Jlegong, Kecamatan Bejen Minggu (11/10/2020),  Keluarga...
- Advertisement -

Kholiq Idris : UU Cipta Kerja Marginalkan Kaum Buruh dan Pekerja

WONOSOBO, Radarkedu.id – Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) terus mendapatkan penolakan dari berbagai pihak. Bahkan para wakil rakyat pun...

KJB Buka Lapak Sayur dan Sembako Gratis

MUNGKID, Radarkedu.Id - Komunitas Jumat Berkah (KJB) membuka lapak sayur dan sembako gratis di Desa Menoreh, Kecamatan Salaman dan...

Must read

Albar Minta Restu Kiai NU

WONOSOBO, Radarkedu.Id - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa...

Cegah Korona Giatkan Jalan Sehat

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id - Komunitas Among Rogo Among Roso (ARAR)...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you