27 C
Semarang
Minggu, 7 Maret 2021

Stunting Jadi Indikator Kemiskinan di Wonosobo

Menarik

Hilangkan Jejak, Buang Sabu-Sabu di Apotek

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id- Saeful Mahmud, 38 warga Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang kembali mendekam di sel tahanan. Sopir truk...

Mendadak, Anggota Polres Magelang Kota Dites Urine

MAGELANG, Radarkedu.Id– Sebanyak 60 anggota Polres Magelang Kota menjalani tes urine. Itu dilakukan sebagai antisipasi penyalahgunaan narkoba di kalangan aparat...

Korban Hanyut Belum Ditemukan, Tim Hentikan Pencarian

WONOSOBO, RadarKedu.Id - Penambang pasir yang hanyut di Sungai Galuh, Desa Maduretno, Kecamatan Kalikajar belum ditemukan hingga Selasa (23/2/2021)....

WONOSOBO, Radarkedu.Id – Calon Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar soroti kasus kemiskinan di Kabupaten Wonosobo yang masih tinggi. Oleh karenanya, pihaknya meminta kepada jaringan perempuan Nahdliyin untuk ikut menyelesaikan masalah tersebut.

Menurutnya, di Jawa Tengah, Wonosobo masuk peringkat 34 sebagai kabupaten termiskin. Menduduki peringkat kedua dari bawah setelah Kabupaten Kebumen. Predikat tersebut pun sudah lama disandang dan hingga saat ini masih melekat.

“Ke depan masalah kemiskinan di daerah ini harus diatasi bersama-sama antara pemerintah dengan semua elemen masyarakat, termasuk kaum perempuan,” katanya Senin (26/10/2020) saat bersilaturrahmi dengan Jaringan Perempuan Nahdliyin (JPN) di Welahan Kelurahan Wonoroto, Kecamatan Watumalang, Wonosobo

Menurutnya jika dilihat secara fisik, Wonosobo tidak layak menyandang sebagai daerah miskin. Sebab, kota pegunungan ini punya potensi pertanian, UMKM dan pariwisata yang bagus. “Wonosobo dinyatakan miskin karena tingkat pendidikan rendah, kualitas lingkungan dan kesehatan buruk serta konsumsi makanan anak-anak yang belum sepenuhnya bergizi baik,” tuturnya.

Ia mencontohkan konsumsi gizi yang rendah menjadi penyebab anak-anak di wilayah pegunungan ini bertubuh kerdil. Atau tidak tumbuh secara normal. Hal ini menurutnya masuk dalam indikator penilaian dalam menyelesaikan status kemiskinan.

“Kasus stunting yang masih tinggi tersebut menjadi salah satu penyebab Wonosobo menjadi daerah termiskin di Jawa Tengah,” ujar politisi yang kerap disapa Gus Albar ini.

Karena itu, mantan wakil ketua DPRD tersebut meminta kaum perempuan untuk ikut aktif terlibat dalam upaya mengentaskan kemiskinan di daerah ini. Apalagi menurutnya kaum perempuan punya posisi strategis dalam keluarga.

“Maka perempuan harus meningkatkan kualitas diri. Baik secara pendidikan, kesehatan, lingkungan maupun ekonomi. Kaum perempuan harus memiliki peran seperti guru, dokter dan ekonom di rumah,” tegasnya.

Bila kaum perempuan berkualitas, tuturnya, akan melahirkan generasi yang berkualitas pula. Generasi yang berkualitas secara pendidikan dan ekonomi, akan memutus mata rantai kemiskinan. (git/lis)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Hilangkan Jejak, Buang Sabu-Sabu di Apotek

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id- Saeful Mahmud, 38 warga Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang kembali mendekam di sel tahanan. Sopir truk...

More Articles Like This