31 C
Semarang
Jumat, 27 November 2020

Stunting Jadi Indikator Kemiskinan di Wonosobo

Menarik

Gencarkan Prokes di Instansi Pemerintah

MUNGKID, Radarkedu.Id - Melonjaknya angka Covid-19 di Magelang membuat Satpol PP menggencarkan operasi yustisi di berbagai titik. Salah satunya di...

ASN Pemkab Magelang Dites Urine

MUNGKID, Radarkedu.Id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melakukan tes urine narkoba untuk aparatur sipil negara (ASN) di...

Warung Soto Terbakar, Pemilik Dilarikan ke RSU

TEMANGGUNG, Radar Kedu- Haji Nur Achwan, 54, warga Dusun Kauman Petirejo, Kecamatan Ngadirejo terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Ia...

WONOSOBO, Radarkedu.Id – Calon Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar soroti kasus kemiskinan di Kabupaten Wonosobo yang masih tinggi. Oleh karenanya, pihaknya meminta kepada jaringan perempuan Nahdliyin untuk ikut menyelesaikan masalah tersebut.

Menurutnya, di Jawa Tengah, Wonosobo masuk peringkat 34 sebagai kabupaten termiskin. Menduduki peringkat kedua dari bawah setelah Kabupaten Kebumen. Predikat tersebut pun sudah lama disandang dan hingga saat ini masih melekat.

“Ke depan masalah kemiskinan di daerah ini harus diatasi bersama-sama antara pemerintah dengan semua elemen masyarakat, termasuk kaum perempuan,” katanya Senin (26/10/2020) saat bersilaturrahmi dengan Jaringan Perempuan Nahdliyin (JPN) di Welahan Kelurahan Wonoroto, Kecamatan Watumalang, Wonosobo

Menurutnya jika dilihat secara fisik, Wonosobo tidak layak menyandang sebagai daerah miskin. Sebab, kota pegunungan ini punya potensi pertanian, UMKM dan pariwisata yang bagus. “Wonosobo dinyatakan miskin karena tingkat pendidikan rendah, kualitas lingkungan dan kesehatan buruk serta konsumsi makanan anak-anak yang belum sepenuhnya bergizi baik,” tuturnya.

Ia mencontohkan konsumsi gizi yang rendah menjadi penyebab anak-anak di wilayah pegunungan ini bertubuh kerdil. Atau tidak tumbuh secara normal. Hal ini menurutnya masuk dalam indikator penilaian dalam menyelesaikan status kemiskinan.

“Kasus stunting yang masih tinggi tersebut menjadi salah satu penyebab Wonosobo menjadi daerah termiskin di Jawa Tengah,” ujar politisi yang kerap disapa Gus Albar ini.

Karena itu, mantan wakil ketua DPRD tersebut meminta kaum perempuan untuk ikut aktif terlibat dalam upaya mengentaskan kemiskinan di daerah ini. Apalagi menurutnya kaum perempuan punya posisi strategis dalam keluarga.

“Maka perempuan harus meningkatkan kualitas diri. Baik secara pendidikan, kesehatan, lingkungan maupun ekonomi. Kaum perempuan harus memiliki peran seperti guru, dokter dan ekonom di rumah,” tegasnya.

Bila kaum perempuan berkualitas, tuturnya, akan melahirkan generasi yang berkualitas pula. Generasi yang berkualitas secara pendidikan dan ekonomi, akan memutus mata rantai kemiskinan. (git/lis)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Gencarkan Prokes di Instansi Pemerintah

MUNGKID, Radarkedu.Id - Melonjaknya angka Covid-19 di Magelang membuat Satpol PP menggencarkan operasi yustisi di berbagai titik. Salah satunya di...

ASN Pemkab Magelang Dites Urine

MUNGKID, Radarkedu.Id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melakukan tes urine narkoba untuk aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang Selasa...

Warung Soto Terbakar, Pemilik Dilarikan ke RSU

TEMANGGUNG, Radar Kedu- Haji Nur Achwan, 54, warga Dusun Kauman Petirejo, Kecamatan Ngadirejo terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Ia mengalami luka bakar di sebagian...

Gunakan Anggaran Tepat dan Tepat

MAGELANG, Radarkedu.Id – Alokasi anggaran Polres Magelang Kota tahun 2021 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2020. Penurunan anggaran berada di angka 1,98 persen. Wakapolres Magelang Kota Kompol Dwi...

Kasus Covid-19 Naik, Rumah Sakit Tambah Kuota Tempat Tidur

MUNGKID, Radarkedu.Id - Angka positif Covid-19 di Kabupaten Magelang mengalami kenaikan. Pihak rumah sakit rujukan pun mengambil langkah antisipasi. Salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah...

More Articles Like This

- Advertisement -