27 C
Semarang
Minggu, 7 Maret 2021

Meski Turun Hujan, Warga Masih Krisis Air Bersih

Menarik

Hilangkan Jejak, Buang Sabu-Sabu di Apotek

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id- Saeful Mahmud, 38 warga Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang kembali mendekam di sel tahanan. Sopir truk...

Mendadak, Anggota Polres Magelang Kota Dites Urine

MAGELANG, Radarkedu.Id– Sebanyak 60 anggota Polres Magelang Kota menjalani tes urine. Itu dilakukan sebagai antisipasi penyalahgunaan narkoba di kalangan aparat...

Korban Hanyut Belum Ditemukan, Tim Hentikan Pencarian

WONOSOBO, RadarKedu.Id - Penambang pasir yang hanyut di Sungai Galuh, Desa Maduretno, Kecamatan Kalikajar belum ditemukan hingga Selasa (23/2/2021)....

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id – Sejumlah desa di Kabupaten Temanggung masih saja mengalami krisis air bersih. Bahkan bantuan air bersih yang diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat di Dusun Bugen, Desa Geblog, Kecamatan Kaloran.

Edi Santoso warga setempat menyampaikan beberapa kali hujan memang sudah mengguyur desanya. Namun demikian kondisi tersebut tidak memiliki pengaruh pada sumber mata air di desanya yang masih saja  belum keluar. “Memang sudah hujan, tapi mata air masih mati.  Sama sekali tidak mengeluarkan air seperti sebelum kemarau lalu,” ucap Edi.

Sejak awal kemarau tahun ini, dia mengaku hanya mengandalkan air bersih bantuan dari pemerintah. Diakuinya, selama mengalami krisis air bersih pemerintah sudah langsung turun tangan memberikan bantuan air bersih. Hanya saja bantuan yang diterimakan kepada warga masih belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga.

“Desa kami kalau masuk musim kemarau mata airnya langsung kering. Berbeda dengan daerah lainnya, dan kembali normalnya biasanya juga paling terakhir,” terangnya.

Setiap minggu pemerintah selalu mendistribusikan air bersih dua kali, namun itu selalu kurang untuk memenuhi kebutuhan. Edi berharap di akhir musim kemarau saat ini pemerintah bisa memberikan bantuan air bersih dalam jumlah yang lebih untuk mencukupi kebutuhan.

“Memang sudah rutin kami terima, hanya saja masih belum bisa mencukupi kebutuhan makan dan minum warga setiap hari,” tuturnya.

Untuk tetap bisa mencukupi kebutuhan, warga dengan swadaya mencari air bersih ke desa-desa tetangga meskipun jaraknya cukup jauh tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.  “Kadang sewa mobil bak terbuka bersama-sama untuk mencari air bersih, kalau yang punya sepeda motor biasanya berangkat sendiri,” bebernya.

Sementara itu, Ajik Masturi warga lainnya berharap pemerintah tidak terburu-buru menghentikan bantuan air bersih meskipun sudah mulai turun hujan. “Justru kalau perlu bantuan malah ditambah, karena daerah lain sudah tidak lagi membutuhkan bantuan air bersih,” ujarnya. (tbh/lis)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Hilangkan Jejak, Buang Sabu-Sabu di Apotek

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id- Saeful Mahmud, 38 warga Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang kembali mendekam di sel tahanan. Sopir truk...

More Articles Like This