31 C
Semarang
Jumat, 27 November 2020

Meski Turun Hujan, Warga Masih Krisis Air Bersih

Menarik

Gencarkan Prokes di Instansi Pemerintah

MUNGKID, Radarkedu.Id - Melonjaknya angka Covid-19 di Magelang membuat Satpol PP menggencarkan operasi yustisi di berbagai titik. Salah satunya di...

ASN Pemkab Magelang Dites Urine

MUNGKID, Radarkedu.Id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melakukan tes urine narkoba untuk aparatur sipil negara (ASN) di...

Warung Soto Terbakar, Pemilik Dilarikan ke RSU

TEMANGGUNG, Radar Kedu- Haji Nur Achwan, 54, warga Dusun Kauman Petirejo, Kecamatan Ngadirejo terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Ia...

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id – Sejumlah desa di Kabupaten Temanggung masih saja mengalami krisis air bersih. Bahkan bantuan air bersih yang diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat di Dusun Bugen, Desa Geblog, Kecamatan Kaloran.

Edi Santoso warga setempat menyampaikan beberapa kali hujan memang sudah mengguyur desanya. Namun demikian kondisi tersebut tidak memiliki pengaruh pada sumber mata air di desanya yang masih saja  belum keluar. “Memang sudah hujan, tapi mata air masih mati.  Sama sekali tidak mengeluarkan air seperti sebelum kemarau lalu,” ucap Edi.

Sejak awal kemarau tahun ini, dia mengaku hanya mengandalkan air bersih bantuan dari pemerintah. Diakuinya, selama mengalami krisis air bersih pemerintah sudah langsung turun tangan memberikan bantuan air bersih. Hanya saja bantuan yang diterimakan kepada warga masih belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga.

“Desa kami kalau masuk musim kemarau mata airnya langsung kering. Berbeda dengan daerah lainnya, dan kembali normalnya biasanya juga paling terakhir,” terangnya.

Setiap minggu pemerintah selalu mendistribusikan air bersih dua kali, namun itu selalu kurang untuk memenuhi kebutuhan. Edi berharap di akhir musim kemarau saat ini pemerintah bisa memberikan bantuan air bersih dalam jumlah yang lebih untuk mencukupi kebutuhan.

“Memang sudah rutin kami terima, hanya saja masih belum bisa mencukupi kebutuhan makan dan minum warga setiap hari,” tuturnya.

Untuk tetap bisa mencukupi kebutuhan, warga dengan swadaya mencari air bersih ke desa-desa tetangga meskipun jaraknya cukup jauh tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.  “Kadang sewa mobil bak terbuka bersama-sama untuk mencari air bersih, kalau yang punya sepeda motor biasanya berangkat sendiri,” bebernya.

Sementara itu, Ajik Masturi warga lainnya berharap pemerintah tidak terburu-buru menghentikan bantuan air bersih meskipun sudah mulai turun hujan. “Justru kalau perlu bantuan malah ditambah, karena daerah lain sudah tidak lagi membutuhkan bantuan air bersih,” ujarnya. (tbh/lis)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Gencarkan Prokes di Instansi Pemerintah

MUNGKID, Radarkedu.Id - Melonjaknya angka Covid-19 di Magelang membuat Satpol PP menggencarkan operasi yustisi di berbagai titik. Salah satunya di...

ASN Pemkab Magelang Dites Urine

MUNGKID, Radarkedu.Id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melakukan tes urine narkoba untuk aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang Selasa...

Warung Soto Terbakar, Pemilik Dilarikan ke RSU

TEMANGGUNG, Radar Kedu- Haji Nur Achwan, 54, warga Dusun Kauman Petirejo, Kecamatan Ngadirejo terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Ia mengalami luka bakar di sebagian...

Gunakan Anggaran Tepat dan Tepat

MAGELANG, Radarkedu.Id – Alokasi anggaran Polres Magelang Kota tahun 2021 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2020. Penurunan anggaran berada di angka 1,98 persen. Wakapolres Magelang Kota Kompol Dwi...

Kasus Covid-19 Naik, Rumah Sakit Tambah Kuota Tempat Tidur

MUNGKID, Radarkedu.Id - Angka positif Covid-19 di Kabupaten Magelang mengalami kenaikan. Pihak rumah sakit rujukan pun mengambil langkah antisipasi. Salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah...

More Articles Like This

- Advertisement -