27 C
Semarang
Kamis, 21 Januari 2021

Pemkab Wonosobo Miliki Tim Khusus Pemakaman Covid

Menarik

Belasan Perangkat Desa Dibekali Wawasan Kebangsaan

MAGELANG, Radarkedu.Id –Sebanyak 16 perangkat desa yang lolos seleksi dari 10 desa menerima pembekalan wawasan kebangsaan dari Danramil 22/Tempuran Kodim...

Naik Level, UMKM Kerja Sama dengan PMA-PMDM

MUNGKID, Radarkedu.Id -  Penandatanganan kerja sama kemitraan penyertaan modal asing (PMA) dan penyertaan modal dalam negeri (PMDM) dengan usaha mikro...

Korsleting Listrik, Satu Rumah Terbakar

MUNGKID, Radarkedu.Id- Rumah milik Jayin warga Dusun Batikan, Pabelan, Kabupaten Magelang ludes terbakar akibat korsleting listrik, Minggu (17/1). Semua perabotan rumah...

WONOSOBO, Radarkedu.Id – Pemerintah Kabupaten Wonosobo akhirnya membentuk tim khusus untuk menangani pasien yang meninggal karena Covid-19. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penolakan pemakaman oleh sejumlah warga.

“Sekitar sebulan yang lalu surat tugas itu kita keluarkan. Dua tim kita bentuk secara khusus,” terang Tono Prihartono, kepala Bagian Pemerintahan Sekretaris Daerah Wonosobo Senin (30/11/2020).

Dua tim ini menurutnya dibagi sesuai tugasnya masing-masing. Tim pemakaman akan bertugas untuk melakukan pemulasaraan jenazah hingga melangsungkan prosesi pemakaman. Sementara tim gerak cepat bertugas untuk melakukan mediasi terhadap pihak keluarga korban, termasuk apabila terjadi penolakan warga untuk melakukan isolasi dan test swab.

“Tugas mereka akan berlaku selama 24 jam penuh di seluruh kecamatan. Jika ada panggilan ya mereka harus datang,” terangnya saat ditemui di kantornya. Selain membentuk dua tim tersebut, pihaknya juga memfasilitasi dua armada. Yang dilakukan untuk mobilitas jika ada panggilan secara mendadak. Sehingga jika ada pasien yang meninggal atau bermasalah bisa langsung ditangani. “Masing-masing kita beri satu mobil. Jadi tidak perlu menunggu antrean dari pihak rumah sakit saat menjemput korban,” ungkapnya.

Diketahui, pembentukan petugas pemakaman dan petugas gerak cepat ini menyusul kejadian di beberapa daerah terdapat penolakan jenazah positif Covid 19. Selain itu, ada banyak warga yang kontak erat dengan pasien positif namun tak mau ikut di swab. “Atas keprihatinan itu, kemudian kita (Pemkab) berinisiatif untuk membentuk tim tersebut,” pungkasnya. (git/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Belasan Perangkat Desa Dibekali Wawasan Kebangsaan

MAGELANG, Radarkedu.Id –Sebanyak 16 perangkat desa yang lolos seleksi dari 10 desa menerima pembekalan wawasan kebangsaan dari Danramil 22/Tempuran Kodim...

More Articles Like This