14.4 C
Semarang
Jumat, 22 Januari 2021

PKL Mingguan Minta Berdagang di Jalan Soekarno-Hatta

Menarik

Belasan Perangkat Desa Dibekali Wawasan Kebangsaan

MAGELANG, Radarkedu.Id –Sebanyak 16 perangkat desa yang lolos seleksi dari 10 desa menerima pembekalan wawasan kebangsaan dari Danramil 22/Tempuran Kodim...

Naik Level, UMKM Kerja Sama dengan PMA-PMDM

MUNGKID, Radarkedu.Id -  Penandatanganan kerja sama kemitraan penyertaan modal asing (PMA) dan penyertaan modal dalam negeri (PMDM) dengan usaha mikro...

Korsleting Listrik, Satu Rumah Terbakar

MUNGKID, Radarkedu.Id- Rumah milik Jayin warga Dusun Batikan, Pabelan, Kabupaten Magelang ludes terbakar akibat korsleting listrik, Minggu (17/1). Semua perabotan rumah...

WONOSOBO, Radarkedu.Id – Sejumlah perwakilan pedagang kaki lima (PKL) mingguan kembali melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Wonosobo Senin (7/12/2020). Kedatangan mereka untuk meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengizinkan kembali berjualan di dekat alun-alun.

Sebelum mengadu, puluhan perwakilan PKL tersebut menggelar aksi jalan kaki dari gedung Sasana Adipura menuju kantor DPRD Wonosobo. Mereka berjalan kaki sambil menenteng puluhan poster.

“Sudah tiga tahun sejak penertiban PKL di Alun-alun itu dilakukan, kita digeser ke Jalan Pramuka. Karena di sana sepi, sekarang kita minta dipindah ke Jalan Soekarno-Hatta,” terang Sa’ad Priono, ketua PKL Mingguan.

Menurutnya, kedatangannya bersama rombongan ini meminta diperbolehkannya kembali berjualan khusus hari minggu. Pasalnya setelah ada larangan berjualan di alun-alun tiga tahun lalu, sering tidak mendapat keuntungan saat berjualan di Jalan Pramuka itu.

“Di sana (Jalan Pramuka) prospeknya sangat minim, sehingga untuk sementara ini kita meminta ditempatkan Jalan Soekarno-Hatta sebagai hasil dari audiensi sebelumnya dengan Pemkab Wonosobo pada awal Januari 2020 yang lalu,” katanya saat ditemui seusai audiensi.

Lebih lanjut, para PKL sudah tiga tahun ini tidak bisa berjualan di alun-alun saat car free day lagi, setelah ada perbup larangan berjualan di Alun-alun Wonosobo. Padahal berjualan setiap hari Minggu pada saat car free day sangat ditunggu-tunggu oleh para pedagang. Selain sebagai ajang bertemu para pedagang, juga karena hasil berjualan di hari Minggu lebih banyak dari pada hasil berdagang keliling.

“Untuk solusi jangka pendek kita minta ditempatkan di Jalan Soekarno-Hatta, tetapi untuk jangka panjangnya harapannya ada revisi perbup agar bisa berjualan lagi di alun-alun atau ditempatkan di lokasi yang strategis,” tandasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Wonosobo yang menemui para pedagang, Ika Sulistya Putra menyampaikan, surat permintaan audiensi dari para pedagang baru sampai di ketua DPRD sehingga bakal dilakukan lagi audiensi besok. DPRD bakal mengundang instansi terkait seperti Dinas Perdagangan, Satpol PP, Dishub dan instansi lainnya untuk memberikan jawaban.

“Mereka untuk sementara meminta bisa berjualan setiap hari Minggu di Jalan Soekarno-Hatta. Nah DPRD akan memfasilitasi pertemuan para pedagang dengan instansi terkait untuk mencari solusi terbaiknya,” jelasnya. (git/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Belasan Perangkat Desa Dibekali Wawasan Kebangsaan

MAGELANG, Radarkedu.Id –Sebanyak 16 perangkat desa yang lolos seleksi dari 10 desa menerima pembekalan wawasan kebangsaan dari Danramil 22/Tempuran Kodim...

More Articles Like This