29 C
Semarang
Rabu, 20 Januari 2021

Harga Kedelai Tinggi, Perajin Tahu Tempe Hanya Bisa Bertahan

Menarik

Belasan Perangkat Desa Dibekali Wawasan Kebangsaan

MAGELANG, Radarkedu.Id –Sebanyak 16 perangkat desa yang lolos seleksi dari 10 desa menerima pembekalan wawasan kebangsaan dari Danramil 22/Tempuran Kodim...

Naik Level, UMKM Kerja Sama dengan PMA-PMDM

MUNGKID, Radarkedu.Id -  Penandatanganan kerja sama kemitraan penyertaan modal asing (PMA) dan penyertaan modal dalam negeri (PMDM) dengan usaha mikro...

Korsleting Listrik, Satu Rumah Terbakar

MUNGKID, Radarkedu.Id- Rumah milik Jayin warga Dusun Batikan, Pabelan, Kabupaten Magelang ludes terbakar akibat korsleting listrik, Minggu (17/1). Semua perabotan rumah...

WONOSOBO, Radarkedu.Id – Melonjaknya harga bahan baku kedelai sangat berimbas pada sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). Utamanya bagi mereka yang mengandalkan sentra usaha pembuatan tahu dan tempe di Desa Bumiroso, Kecamatan Watumalang, Wonosobo. Meski tetap bisa produksi, namun hanya bisa untuk bertahan. Sebab keuntungan yang diterimanya sangatlah kecil.

“Peningkatan yang terjadi kali ini sangat signifikan. Sehingga kita tidak bisa berbuat lebih. Hanya bisa bertahan sekadarnya,” terang Fahrurozi sebagai salah satu perajin tahu dan tempe di Desa Bumiroso, Watumalang.

Bahkan untuk kenaikan harga kedelai kali ini, pihaknya harus meliburkan karyawannya selama dua hari. Sebab, fluktuasi harga dipasar itu membuat seluruh pengusaha sejenis sempat kebingungan.

“Mau tidak mau kita kan harus menaikkan harga. Nah justru di situlah kesulitan yang paling kita rasakan. Karena kita hanya memproduksi, selanjutkan ada pengeber (tengkulak) yang memasarkan produk kita. Mereka yang paling keberatan saat harga produksi kita naikkan,” terangnya saat ditemui di rumahnya Senin (4/1/2021).

Saat akan menaikkan harga, para pengeber ini akan lari untuk mencari pengusaha sejenis yang lebih murah. Sehingga hal ini menyulitkan para pengusaha tahu dan tempe untuk tetap melakukan produksi di tengah tidak stabilnya harga itu.

“Makanya kemarin seluruh pengusaha tahu dan tempe di Desa Bumiroso ini berkumpul untuk mencari solusi tentang langkah yang akan diambil. Dan alhamdulilah ketemu. Harga tetap kita naikkan Rp 5000 per satu ebek (cetakan khusus),” terangnya.

Sebelum terjadi kenaikan, harga normal kedelai per satu kilogram hanya berkisar di Rp 6.500. Namun sejak ada kenaikan beberapa hari ini harga per satu kilogram kedelai mencapai Rp 9.300. Sehingga para pengusaha harus memutar otak agar tetap bisa mempertahankan produksinya.

“Sejak awal pandemi sampai sekarang, kenaikan harga kedelai itu terjadi sudah dua kali ini. Tetapi yang paling signifikan itu ya yang sekarang,” jelasnya.

Dia berharap harga kedelai ini bisa lebih stabil. Tidak terjadi fluktuatif secara terus-menerus. Sebab tantangan pengusaha sejenis saat ini bukan hanya di bahan baku kedelai. Namun juga harga bahan baku kayu bakar untuk produksi juga terus mengalami kenaikan.

Sementara ini, untuk menstabilkan harga di pasaran, pihaknya sempat menghentikan segala jenis usahanya. Selama dua hari penuh, dari hari Sabtu dan Minggu lalu. Baru mulai berproduksi lagi pada hari Senin kemarin.

“Kita sempat berhenti kemarin. Ini baru mulai beroperasi lagi,” jelas perajin yang sudah 30 tahun menggeluti usaha tahu tempe itu.

Sementara itu, Kepala Desa Bumiroso Sumardin mengatakan kenaikan ini cukup berdampak bagi para pengusaha tahu dan tempe di daerahnya. Sebab dari 27 home industri tahu yang ada di daerahnya itu sangat bergantung pada usaha dari kedelai ini.

“Kalau untuk bahan baku sebenarnya tidak begitu sulit. Namun harganya yang mengalami kenaikan,” terangnya.

Hanya saja, kebutuhan kedelai untuk produksi ini masih sangat bergantung pada impor. Hal itu yang menurutnya menjadi sebab seringnya harga bahan baku fluktuatif. “Sebagian besar kedelai yang digunakan itu dari Amerika. Produsen lokal kita itu nggak ada yang siap menyuplai secara kontinyu. Sehingga kalah dengan produk dari luar,” paparnya. (git/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Belasan Perangkat Desa Dibekali Wawasan Kebangsaan

MAGELANG, Radarkedu.Id –Sebanyak 16 perangkat desa yang lolos seleksi dari 10 desa menerima pembekalan wawasan kebangsaan dari Danramil 22/Tempuran Kodim...

More Articles Like This