26 C
Semarang
Kamis, 21 Januari 2021

Sektor Pertanian Perkuat Industri Hulu

Menarik

Belasan Perangkat Desa Dibekali Wawasan Kebangsaan

MAGELANG, Radarkedu.Id –Sebanyak 16 perangkat desa yang lolos seleksi dari 10 desa menerima pembekalan wawasan kebangsaan dari Danramil 22/Tempuran Kodim...

Naik Level, UMKM Kerja Sama dengan PMA-PMDM

MUNGKID, Radarkedu.Id -  Penandatanganan kerja sama kemitraan penyertaan modal asing (PMA) dan penyertaan modal dalam negeri (PMDM) dengan usaha mikro...

Korsleting Listrik, Satu Rumah Terbakar

MUNGKID, Radarkedu.Id- Rumah milik Jayin warga Dusun Batikan, Pabelan, Kabupaten Magelang ludes terbakar akibat korsleting listrik, Minggu (17/1). Semua perabotan rumah...

WONOSOBO, Radarkedu.Id – Tim Kaukus Lingkungan Kabupaten Wonosobo mewacanakan konsep pemberdayaan ekonomi bagi kelompok tani di Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar. Hal ini dilakukan untuk memberikan surplus pada sektor pertanian yang selama ini belum tergarap dengan maksimal.

“Kita akan mulai belajar bagaimana cara melakukan pengelolaan pertanian dari sektor hulu. Ini yang menurut kita belum digarap maksimal selama ini oleh petani di Indonesia,” terang Tomy Harkitanto, ketua Kaukus Lingkungan Wonosobo saat memberikan penjelasan di forum group discusion (FGD) yang digelar di kantor Desa Sigedang Senin (11/1/2020).

Dia melihat selama ini para petani sangat tergantung pada hukum pasar yang berlaku. Sehingga mereka acapkali pasrah ketika hasil panen tak sesuai dengan harga yang mereka keluarkan.

“Dengan mulai membicarakan sektor pengelolaan di tingkat petani, saya yakin ini akan menjadi surplus baru bagi mereka di masa depan,” katanya saat berbicara di depan audiens kemarin.

Disebutkan para petani perlu mulai membicarakan pemberdayaan ekonomi. Sehingga produk yang petani hasilkan ini tak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah dengan harga yang murah. Para petani menurutnya perlu dikenalkan juga bagaimana cara memproduksi pengelolahan hasil pertanian.

Apalagi, kelompok tani yang berdaya di lereng Gunung Sindoro ini tengah ikut program perhutanan sosial dari pemerintah pusat. Sehingga hal ini menjadi kesempatan untuk membuka lahan hutan agar menjadi lebih produktif.

“Di desa ini ada sekitar 2000 hektare, dan baru dikelola seluas 100 hektare saja. Artinya potensi ini masih sangat besar untuk digunakan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sigedang Mad Habib yang ikut membersamai kegiatan tersebut juga memberi respon yang baik. Dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi pengembangan sektor ekonomi di desanya.

“Dengan adanya konsep pemberdayaan ekomoni ini bagi saya sangat menarik. Mengingat warga yang sebagian besar di desa ini sebagai petani bisa mendapat pengetahuan lebih di sektor pengelolaan hasil produksi,” terangnya. (git/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Belasan Perangkat Desa Dibekali Wawasan Kebangsaan

MAGELANG, Radarkedu.Id –Sebanyak 16 perangkat desa yang lolos seleksi dari 10 desa menerima pembekalan wawasan kebangsaan dari Danramil 22/Tempuran Kodim...

More Articles Like This