25.4 C
Semarang
Kamis, 4 Maret 2021

Dua Hari di Rumah Saja, Pasar Sepi Pengunjung

Menarik

Hilangkan Jejak, Buang Sabu-Sabu di Apotek

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id- Saeful Mahmud, 38 warga Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang kembali mendekam di sel tahanan. Sopir truk...

Mendadak, Anggota Polres Magelang Kota Dites Urine

MAGELANG, Radarkedu.Id– Sebanyak 60 anggota Polres Magelang Kota menjalani tes urine. Itu dilakukan sebagai antisipasi penyalahgunaan narkoba di kalangan aparat...

Korban Hanyut Belum Ditemukan, Tim Hentikan Pencarian

WONOSOBO, RadarKedu.Id - Penambang pasir yang hanyut di Sungai Galuh, Desa Maduretno, Kecamatan Kalikajar belum ditemukan hingga Selasa (23/2/2021)....

MAGELANG, Radarkedu.Id– Program dua hari Jateng di Rumah Saja yang berlangsung Sabtu (6/2/2021) sampai Minggu (7/2/2021) membuat sejumlah pasar di Kota Magelang sepi pengunjung. Diketahui, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membuat kebijakan dua hari di rumah saja ini untuk menekan laju kasus korona di Jateng.

Menurut pedagang sayur di Pasar Kebonpolo Kota Magelang Djumar, 53, mengatakan pembeli yang datang ke pasar hari ini sangat sedikit. “Padahal to mas, pasar di sini itu sebelum ada program di rumah alhamdulillah masih ramai. Tapi, sekarang kondisi sepi,” jelasnya saat ditemui di lapak jualannya Minggu (7/2/2021).

Meskipun demikian, ia tetap bersyukur masih ada pembeli yang datang. Ia mengaku omzet penjualannya turun di angka 60 persen dibandingkan pada hari biasa atau sebelum diberlakukannya program dua hari di rumah.

Hal senada diungkapkan oleh penjual sembako Cindy. Ia mengaku masih bingung dengan kebijakan tersebut. “Pasar boleh buka tapi masyarakat diminta tetap berada di rumah,” katanya. Ia khawatir jika ini dilanjutkan terus-menerus, yang ada dagangannya tidak bisa terjual di setiap akhir pekan.

“Padahal, banyak pembeli itu biasanya di akhir pekan. Seperti Sabtu dan Minggu,” ujarnya.

Sedangkan menurut Luis Lazuardi, penjual nasi sayur di Tuin Van Java selama dua hari ini, ia kesulitan mencari bahan pokok terutama tempe dan tahu. Banyak para pedagang di pasar Kota Magelang tidak nyetok tempe dan tahu. “Alasan para pedagang, karena tempat pembuatan tempe dan tahu pada libur dan tidak ada yang ngedrop,” jelasnya.

Menurutnya jika ini terus dilanjutkan, yang ada roda ekonomi di Jawa Tengah akan mengalami penurunan. (rfk/lis)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Hilangkan Jejak, Buang Sabu-Sabu di Apotek

TEMANGGUNG, Radarkedu.Id- Saeful Mahmud, 38 warga Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang kembali mendekam di sel tahanan. Sopir truk...

More Articles Like This